strong color


Beberapa waktu lalu saya memposting sajian wisata pantai terpencil di pulau Sumbawa. Hanya semacam ulasan singkat yang saya sampaikan ke dalam bahasa Inggris. Posting tersebut mendapat respon komentar tiap hari sampai hari ini dan 99% komentar yang muncul berbahasa Inggris. Komentar mereka full pujian, sampai akhirnya ada yang mulai sadar, posting-posting saya setelah itu terasa boring. Ok, saya terima. Lalu , penulis macam apa sebenarnya yang mereka harap pada saya? Apa yang mempengaruhi dan membentuk imajinasi mereka hingga muncul pujian yang berderet-deret? Saya orang Indonesia dan posting saya tentu saja dominan berbahasa Indonesia. Penulisan bahasa Inggris hanya semacam eksplorasi menantang diri sendiri semata. This my style.

Semacam jeli dingin harapan mereka para komentator asing itu yang mendorong saya dengan ungkapan “Come on! Your last posts are boring”. Jeli dingin yang tak saya rencanakan dimakan tapi toh saya makan di malam hari pukul 24.00 WITA (Waktu Indonesia Tengah) di tengah udara gerah, panas dan lembab. Jeli yang menyebabkan meriang mirip harapan yang tinggi dari pembaca yang terlanjur berimajinasi bahwa saya adalah kampiun yang sanggup memenuhi harapan pembaca sekejap kedipan mata. Tentu saya pun ingin, tapi bagaimana dengan restu (ridho) Tuhan? Saya coba saja dan apapun jadinya ya kembali seperti tulisan saya tadi : this is my style ! Sesembuhnya meriang , semoga ada pencerahan dalam hati yang kumal ini. Pun juga pencerahan di posting blog. Semoga. Jeli dingin ini berawal dari stok jualan pedagang sayur keliling yang saya beli untuk anak. Sehari saya tawarkan ke ananda ,”Nak, ini lo jeli di kulkas, makanlah… kan itu kesukaanmu…”. Tapi sampai malam jeli itu masih utuh. Maka dua hari lalu jadilah ia biang penyakit saya. Selama sakit, segala rupa tumpukan masalah tiba-tiba menggunung dan pecah. Padahal sebelumnya tenang-tenang saja. Jeli ini pasti mengandung cleaner super yang sanggup membersihkan sisa debu hati. Ah masa iya?
Anda suka jeli dingin juga?