Customer service (CS) seperti lilin-lilin itu ya? Bercahaya, sedikit bergoyang ditiup angin, berpendar-pendar … pokoknya indah. Ia seperti tak punya emosi berlebih, pandai sekali menahan emosi, pasti index EQ-nya rata-rata tinggi semua.

Customer service (CS), di mata saya memang memukau, alasannya karena saya tak sanggup begitu ‘smile all daylight’ menjelaskan pada ‘customer’ dan tetap tabah dibentak ‘customer’. Kehebatan lainnya adalah menekan ego secara konsisten selama bertemu pelanggan. Karena kebaikannya itulah customer servis digaji sepadan dengan kelebihannya tersebut. CS secara individu adalah bintang iklan di depan pelanggan personal yang dihadapinya secara empat mata. Ketika kita punya model bintang iklan sebuah produk di area multimedia, dialah model yang akan kita cocokkan dengan CS yang melayani kita di area real layanan produk. Ketika pelanggan tidak puas, jarang mereka komplain di depan CS. Banyak pelanggan yang tak puas itu menuangkannya di internet (blog atau media sosial), atau kasak-kusuk dengan teman pergaulan mereka.

Luar biasa ketahanan hati CS ini. Bahkan peristiwa wafatnya belahan jiwa pun tak menyurutkan senyum mereka untuk tetap mengembang. Meski beberapa kali break di belakang layar untuk mengusap air mata, mereka segera kembali di hadapan publik dan … tersenyum. Tentu saja untuk katagori CS yang seperti demikian itu menurut saya kualitasnya luar biasa.

Karena mereka adalah corong terdepan sebuah produk, otomatis mereka peduli produk. Hebatnya, mereka tidak hanya peduli produk perusahaan tempat mereka bekerja, namun segala jenis produk mereka peduli. Artinya, mereka mengikuti update banyak produk, jika ketinggalan update mereka akan segera mengejar ketertinggalan. Begitulah hari-hari mereka, hal-hal yang memberi mereka semangat, bertukar update banyak produk antar sesama CS yang ramah-ramah itu. Update membuat mereka sumringah di depan ‘customer’ … semangat menghadapi pelanggan dan … senyumnya pun tak pernah lepas. Memegang update banyak produk menjadi semacam multivitamin yang menahan kerutan marah para CS ini ketika ditekan pelanggan… semoga. Kelemahan mereka menjadi terlalu materialistis … karena lingkungan dan aura pekerjaan yang mengarahkan untuk tahu update terbaru produk sendiri, produk pesaing dan produk pendukung. Namun begitulah manusia … asal kita selalu jaga hati agar tetap positif saja, sehingga kelemahan bisa ditekan. CS juga manusia.

LISTENER

Seseorang yang penuh ide biasanya sulit menjadi CS. Karena ia hanya cenderung ingin idenya terwujud dibanding mendengarkan ide pelanggan. Karena itu seorang CS adalah seorang yang cenderung listener dibanding talker. Lebih cenderung suka mendengarkan dibanding suka bicara. Juga orang-orang yang agresif berapi-api, mereka sulit menjadi CS. Mereka dengan tipe ini akan membuat pelanggan lari terbirit-birit menjauhinya karena agresifitas membuat kebanyakan pelanggan merasa tidak nyaman, atau takut. Hehehe …. the calm is the best , yang terbaik adalah yang tenang.

Sebagai pribadi merdeka , CS menikmati hari-harinya ketika ia berhasil mencetak senyum di bibir pelanggan sebelum pelanggan beranjak pergi. Kemerdekaannya berlipat ganda saat pelanggan berjanji ingin kembali lagi untuk membeli produknya. Itulah kepuasan kerja seorang CS. “Kembalilah kapan saja Bapak/Ibu…” teriaknya dalam hati sekaligus ucapannya yang tenang terkendali di depan pelanggan. Wow … incredible! Benarkah demikian, bagaimana menurut Anda?

Salam ‘customer service’ :)